Strategi Hadapi Perubahan Iklim dengan Budidaya Padi Gogo

Produksi Benih Inpago Unsoed Protani

Perubahan iklim semakin nyata dirasakan oleh petani di Indonesia. Pola hujan yang tidak menentu, meningkatnya suhu, dan berkurangnya ketersediaan air menjadi tantangan besar dalam sektor pertanian. Salah satu strategi adaptasi yang efektif adalah dengan menanam padi gogo, khususnya varietas unggul seperti Inpago Unsoed Protani.

Lalu, mengapa padi gogo menjadi solusi? Bagaimana cara membudidayakannya agar tetap produktif? Artikel ini akan membahas tuntas manfaat, teknik budidaya, serta keunggulan Inpago Unsoed Protani sebagai solusi ketahanan pangan menghadapi perubahan iklim.

Mengapa Padi Gogo Menjadi Solusi Adaptasi Perubahan Iklim?

Padi gogo atau padi lahan kering adalah jenis padi yang dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan rendah dan tidak memerlukan genangan air seperti padi sawah. Beberapa alasan utama mengapa padi gogo cocok sebagai solusi menghadapi perubahan iklim:

1. Hemat Air dan Tahan Kekeringan

Dibandingkan dengan padi sawah, padi gogo hanya membutuhkan sekitar 40-60% dari total air yang diperlukan dalam sistem persawahan konvensional. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk daerah yang mengalami penurunan curah hujan.

2. Produktivitas Stabil di Lahan Kering

Padi gogo tetap bisa menghasilkan panen yang baik meskipun ditanam di lahan dengan tingkat kesuburan rendah. Varietas unggul seperti Inpago Unsoed Protani bahkan mampu mencapai hasil hingga 6-7 ton per hektar, jauh lebih tinggi dibandingkan varietas padi gogo biasa.

3. Daya Tahan terhadap Hama dan Penyakit

Beberapa varietas padi gogo unggul telah dikembangkan dengan ketahanan tinggi terhadap hama dan penyakit, sehingga meminimalkan penggunaan pestisida dan menekan biaya produksi bagi petani.

Budidaya Padi Gogo Inpago Unsoed Protani untuk Hasil Maksimal

Agar padi gogo memberikan hasil panen optimal, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan:

1. Pemilihan Benih Unggul

Varietas seperti Inpago Unsoed Protani memiliki daya adaptasi tinggi di lahan kering, toleran terhadap cekaman kekeringan, dan mampu menghasilkan gabah berkualitas.

2. Persiapan Lahan

  • Lahan dibajak dan digaru agar tanah lebih gembur.
  • Penggunaan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) sangat dianjurkan untuk meningkatkan kesuburan tanah.
  • Drainase perlu diperhatikan agar air hujan yang turun dapat diserap dengan baik oleh tanah.

3. Pola Tanam yang Efektif

  • Sistem tanam jajar legowo dapat meningkatkan efisiensi ruang dan sinar matahari bagi tanaman.
  • Jarak tanam yang ideal adalah 25 cm x 25 cm untuk memaksimalkan pertumbuhan akar dan penyerapan nutrisi.

4. Pemupukan Berimbang

  • Pemupukan awal menggunakan NPK (15-15-15) sebanyak 100-150 kg/ha.
  • Pemupukan lanjutan dengan Urea dan KCl untuk meningkatkan pertumbuhan anakan dan pembentukan gabah.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Pemantauan rutin terhadap serangan hama seperti wereng, penggerek batang, dan tikus.
  • Penggunaan pestisida nabati atau agen hayati untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.

Keuntungan Menanam Padi Gogo Inpago Unsoed Protani

  • Hasil panen tinggi meskipun di lahan kering
  • Tahan kekeringan, cocok untuk menghadapi perubahan iklim
  • Berkualitas tinggi, memiliki kadar protein lebih baik dibanding padi sawah
  • Ramah lingkungan, membutuhkan lebih sedikit air dan pupuk kimia

Kesimpulan

Di tengah tantangan perubahan iklim, padi gogo Inpago Unsoed Protani menjadi solusi cerdas bagi petani yang ingin tetap produktif tanpa tergantung pada irigasi sawah. Dengan metode budidaya yang tepat, padi ini dapat memberikan hasil optimal dan membantu petani menghadapi tantangan iklim yang semakin ekstrem.

🌱 Siap beralih ke padi gogo unggul? Dapatkan benih Inpago Unsoed Protani terbaik di greatquality.id dan tingkatkan hasil panen Anda sekarang juga!

Share this post